Thursday, 22 October 2015

Pluralitas (Entah Tulisan Kapan dan Untuk Apa)

PLURALITAS  sudah ada di negara kita dari masa lalu, sekarang, dan akan terus sampai masa yang akan datang. Banyak aspek pluralitas di negara kita tercinta, Indonesia, baik dalam hal agama, suku, budaya, bahasa, dan lain sebagainya. Namun yang menjadi permasalahan adalah adanya OKNUM atau sekelompok orang yang sering kali menganggap diri paling benar dan orang lain selain yang sepaham dengan dirinya tidak benar. Hal tersebut tidaklah baik karena pluralitas tidak bisa kita hindari. Yang harus kita lakukan adalah saling MENGHARGAI. Ada pepatah yang menyatakan bahwa untuk bisa dihargai, harus menghargai terlebih dahulu. Sikap ini sudah diajarkan melalui pelajaran Budi Pekerti namun tetap saja tidak berjalan dengan baik. Apa yang salah? Tentunya hal-hal yang dialami manusia dari kecil hingga dewasa. Dalam hal ini, peran ORANG TUA sangatlah penting. Ketika tumbuh dewasa bahkan orang tua pun terkadang tidak menyetujui pernikahan anaknya yang berbeda. Secara tidak langsung orang tua mengajarkan bahwa berbeda itu kurang baik. Padahal tidak ada yang salah. Kita adalah manusia yang sepatutnya menghargai adanya perbedaan karena semua manusia diciptakan sederajat. Apabila sikap menghargai sudah ada di tiap-tiap warga negara Indonesia, saya yakin pluralitas bukanlah hal yang memecah kita, justru mempersatukan kita. Kita bangga untuk hidup di negara yang penuh perbedaan namun tetap bersatu. Bhinneka Tunggal Ika!

No comments:

Post a Comment