Gambar 1. Penduduk
Indonesia.
(health.detik.com,
2011)
Indonesia
merupakan negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbanyak di dunia setelah Cina,
India, dan Amerika Serikat. Hal ini seperti dua sisi koin. Kedua sisi tersebut
tidak bisa dipisahkan dan harus dihadapi. Satu sisi merupakan keuntungan, sisi
lainnya adalah kerugian. Keuntungan yang Indonesia dapat adalah adanya sumber
daya manusia yang mendukung untuk pertumbuhan negara dalam berbagai bidang.
Kerugian yang didapat adalah sulitnya negara Indonesia untuk mencukupi
kebutuhan hidup penduduk.
Salah
satu cara untuk mencukupi kebutuhan hidup penduduk adalah mendirikan dan
mengembangkan industri di berbagai bidang. Industri yang berkembang memang
menguntungkan, terutama dalam bidang ekonomi. Namun, sama seperti jumlah
penduduk Indonesia, ada kerugian yang terjadi. Kerugian yang terjadi karena
industri adalah dampaknya terhadap lingkungan. Lingkungan Indonesia yang penuh dengan sumber daya
alam dapat rusak dengan adanya pengalihan fungsi lahan akibat industri. Kerugian
lain adalah limbah yang dihasilkan industri terkadang tidak sesuai dengan
aturan dan merusak lingkungan.
Gambar 2. Penebangan
Hutan.
(finance.detik.com,
2014)
Solusi
yang dapat dilakukan adalah adanya aturan yang harus dijalankan dengan baik.
Indonesia sudah mempunyai syarat-syarat pendirian pabrik, mana lahan yang dapat
dipakai dan yang tidak. Alangkah baik apabila hal tersebut dijalankan dengan
baik sehingga tidak ada alih fungsi lahan yang merusak keseimbangan ekosistem.
Hewan tidak mempunyai tempat hidup apabila hutan dirusak. Hutan Indonesia yang
diketahui merupakan paru-paru dunia dapat berfungsi dengan baik apabila hukum
ditegakkan.
Contoh
peristiwa yang mengejutkan adalah Kota Pekanbaru yang dikepung asap karena
adanya pembakaran hutan ilegal. Pekanbaru menjadi kota yang tidak layak dihuni
karena asap yang melebihi batas aman. Hal ini tidak diperbolehkan terjadi
kembali di lingkungan Indonesia. Apalagi diketahui bahwa asap tersebut sampai
ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Betapa malunya Indonesia.
Gambar 3. Limbah.
(health.detik.com,
2012)
Indonesia
juga mempunyai aturan tentang limbah yang dihasilkan dari pabrik. Aturan
tersebut juga harus ditegakkan agar limbah tidak mencemari lingkungan. Peristiwa
yang terjadi di Teluk Buyat merupakan salah satu pencemaran yang sangat
merugikan. Limbah akibat pertambangan emas mencemari teluk tersebut sehingga
masyarakat mengalami masalah kesehatan. Perusahaan harus mempunyai sertifikasi
ISO 14000 sebelum berjalan yang setidaknya meminimalisir tindakan pencemaran.
Tidak
hanya industri, masalah lingkungan juga terjadi karena masing-masing individu.
Pertumbuhan penduduk membuat sampah semakin menumpuk di tingkat rumah tangga.
Pertumbuhan volume sampah rumah tangga meningkatkan volume sampah tingkat nasional.
Volume sampah yang semakin banyak dapat diatasi dengan adanya inovasi di bidang
teknologi. Sampah dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi Indonesia yang
seiring dengan pertambahan penduduk juga perlu lebih banyak energi. Sampah juga
dapat didaur ulang menjadi barang dengan nilai jual lebih tinggi sepeti tas,
ember, dan lain-lain
Masalah
yang mencuat adalah perlunya perlunya klasifikasi sampah organik dan
non-organik. Tidak ada pelajaran tentang lingkungan di tingkat SD, SMP, maupun
SMA. Pendidikan tentang lingkungan seharusnya ada di tiap tingkat, sama halnya
seperti pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan akan membuat masyarakat lebih
mengerti akan pentingnya memisahkan sampah. Pendidikan akan lingkungan akan
berguna untuk membentuk mindset
pelajar untuk berinovasi demi lingkungan.
Gambar 3. Ilustrasi
Ramah Lingkungan.
(tempo.co, 2013)
Perlu
ada kesadaran terhadap lingkungan di setiap individu penduduk negara Indonesia.
Industri, pemerintah, media, pendidikan, seluruh bagian dari Indonesia perlu
mendukung adanya keseimbangan ekosistem dengan menjaga lingkungan. Perlu
diingat, lingkungan Indonesia merupakan paru-paru dunia. Lingkungan ada di
tangan penduduk Indonesia. MARI KITA JAGA DAN LESTARIKAN LINGKUNGAN INDONESIA BERSAMA-SAMA!




