Friday, 9 May 2014

Mas Miun for AFTA 2015

Redaksi Foodpedia kali ini mewawancarai salah satu akang dari jurusan sebelah, TMIP yang terkenal dengan produk lumpiahnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Kang Ananda Rizky atau yang biasa dipanggil Kang Nanda. Kang Nanda mengikuti PKM-K dan bisnis “Lumpiah Mas Miun” berhasil dibiayai. WOW. Berikut hasil wawancara kami dengan Kang Nanda mengenai AFTA (ASEAN Free Trade) 2015. 


Q: Kang, AFTA itu apa sih?
A: AFTA itu ASEAN Free Trade Area, atau bahasa Indonesianya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN. Artinya, tidak ada lagi pajak dipakai untuk memasarkan barang dari satu negara ke negara lain untuk kawasan Asia Tenggara.

Q: Apakah Akang setuju dengan adanya AFTA?
A: Ya, setuju. AFTA akan membuat orang-orang Indonesia lebih kreatif karena ada tekanan. Bila banyak produk masuk ke Indonesia dan tidak bisa kita tahan, kita bisa mati. Indonesia perlu diberi tekanan karena tanpa hal itu, biasanya kita akan tenang-tenang saja. Indonesia perlu AFTA supaya tidak manja lagi.

Q: Bagaimana cara mengembangkan kreatifitas?
A: Kreatif timbul karena dua hal, tekanan dan hobi. Kita harus kreatif dengan mengubah sistem yang telah ada atau diversifikasi produk.

Q: Bagaimana produk pangan Indonesia dapat menghadapi AFTA?
A: Kita harus memproduksi pangan yang berkualitas. Konsumen masa kini hanya mementingkan harga yang murah, rasa yang enak, dan Halal. AFTA akan membuat konsumen lebih pintar sehingga produsen butuh meningkatkan kualitas. Kualitas dapat diuji dengan adanya sertifikasi Halal, GMP (Good Manufacturing Practices), maupun HACCP (Hazar Analysis of Critical Control Point). Pemerintah sudah ada program untuk membantu UKM untuk mendapatkan sertifikat Halal secara gratis, namun masih kurang peminat. Sayang sekali. Sertifikat GMP dan HACCP belum digalangkan pemerintah. Mungkin setelah adanya AFTA, pemerintah akan lebih concern terhadap sertifikat tersebut, untuk sekarang, belum ada.

Q: Apakah sudah ada perkumpulan UKM di Indonesia?
A: Ya, ada. Saya ikut AIKMA (Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro). Asosiasi ini ada di tingkat nasional, ada pula tingkat regionalnya. AIKMA berguna sekali untuk membina UKM dengan adanya seminar tentang teknik dan cara untuk meningkatkan keuntungan, serta pameran produk yang bekerja sama dengan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan).

Q: Apa UKM FTIP sudah berkembang?
A: Tentu saja. Sudah ada UKM binaan yang dilaksanakan di lingkungan FTIP.

Q: Pendapat akang tentang UKM di FTIP?
A: UKM di FTIP masih kecil. Kita harus membuat rencana bukan hanya untuk tahun sekarang dan tahun depan. Kita harus membuat rencana jangka panjang, hingga 5 sampai 10 tahun. Selain itu, kita juga harus taat dengan sertifikasi atau standardisasi yang ada di Indonesia. Technophreneurship harus menjadi basis kita sebagai Fakultas Teknologi Industri Pertanian.

Q: Menurut akang, bagaimana cara agar makanan tradisional Indonesia bisa berkembang di luar negeri?
A: Karena dipasarkan di negara lain, kita harus menjadikan makanan tradisional dapat dikirim jarak jauh. Artinya, umur simpan harus lebih lama, volume juga harus lebih kecil untuk menghemat biaya transportasi. Salah satu caranya adalah dengan menjadikan makanan tradisional kita berbentuk instan. Cara lain adalah dengan membuat kemasan yang modern sehingga masyarakat luar mudah tertarik.

Q: Pesan akang untuk pembaca Foodpedia?
A: Kita harus menjadi orang yang kreatif dan menghasilkan produk inovatif sehingga daya jual semakin tinggi. Kualitas produk harus ditingkatkan agar harga semakin melambung. Hal yang paling penting adalah mindset. Jangan berpikir bagaimana bila negara kita diserang produk luar. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara agar produk dalam negeri dapat bersaing baik di dalam bahkan di luar Indonesia.

No comments:

Post a Comment