Thursday, 10 April 2014

BAK-SO



Penulis sering diajak sama temen buat makan makanan yang satu ini, apalagi kalo ujan. Daging bulet-bulet yang sekarang udah banyak isinya mulai dari telor sampai keju. Yea, BAKSO! Siapa sih yang ga suka bakso? Sekarang bakso udah bisa dinikmatin semua kalangan. Tinggal pilih mau di pinggiran, mamang-mamang lewat, atau restoran bagus yang mahal? Bakso tuh sebenernya asli dari Indonesia apa bukan sih?

Well, faktanya bakso berasal dari kata “bak-so” dari bahasa Hokkien. Setau penulis, bahasa Hokkien itu kaya bahasa Sunda-nya bahasa Indonesia. CMIIW. Jadi, semacem bahasa salah satu suku dari Cina. Zaman sekarang, bahasa Hokkien sering banget dijumpai kalo kamu-kamu pergi ke daerah Sumatera, contohnya Batam. Back to topic, “bak-so” itu artinya “daging babi giling”. Nah lo!

Awal abad ke-17, akhir Dinasti Ming, hidup seorang pria bernama Meng Bo di Fuzhou. Meng Bo dikenal sangat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua ga bisa makan daging lagi karena giginya sudah ga mendukung. Meng Bo sedih karena ibunya sangat suka makan daging.

Sepanjang malam Meng Bo duduk, memikirkan bagaimana mengolah daging yang bisa dimakan ibunya. Inspirasi datang ketika ia melihat tetangganya menumbuk beras ketan untuk kue mochi. Meng Bo langsung pergi ke dapur dan mengolah daging dengan cara yang digunakan tetangganya. Setelah daging empuk, Meng Bo membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil sehingga ibunya dapat memakannya dengan mudah. Ia merebus adonan itu, tercium aroma daging yang lezat -> jadi laper *ngences* :P

Meng Bo memberi produk unggulannya *ceileh* kepada ibunya. Ibu merasa gembira karena tidak hanya lezat, tapi juga mudah dimakan. Meng Bo sangat senang melihat ibunya makan daging lagi. Berita tentang makanan ini menyebar cepat ke seluruh kota Fuzhou. Penduduk berdatangan terus menerus untuk belajar membuat bakso yang dibuat Meng Bo. Resep terus menyebar dari keluarga ke keluarga lain, kota ke kota lain, bahkan sampai Indonesia!

Di Indonesia tentu saja rasa dan bahannya disesuaikan dengan budaya. Bakso di sini kebanyakan dibuat dari bahan yang halal seperti sapi atau ikan. Perkembangan bakso pun berkembang pesat, penuh dengan inovasi-inovasi kreatif. Mungkin setelah membaca artikel ini ada yang niat bisnis bakso? Yang pasti semua jadi pengen makan bakso kaaan? Hehehe... [SMP]

No comments:

Post a Comment