Tahun I
Aku di depan kamu saat Ujian Kenaikan Kelas. Aku ga tau kamu, kamu ga tau aku, tapi aku udah tau kamu SESUATU hahahaha. Tiba2 di tengah ujian hari pertama terasa jari menyentuh pundak. Tuktuk. Aku menoleh.
Kamu: Bantuin dong nomor 5 jawabannya apa?
Aku: (cek kunci jawaban) C
Suara pensil 2B yang familiar mengisi Lembar Jawaban Komputer.
K: Nomor 15-20 apa?
A: B C C D A
Waktu ujian habis.
K: Makasih ya (liat kartu ujian), "aku"!
A: Iya, sama sama, "kamu" (udah kepo nama dia duluan waktu masuk)
K: Besok bantuin lagi ya hehehe
A: Siaaaap
Kampret juga ni orang, berani2nya minta jawaban, ga tau nama org yg dimintain. Bego jg ni orang, percaya aja sama jawaban aku.
--------------------------------------------------------
Tahun II
Aku di depan kamu waktu di bus menuju ke luar pulau.
K: Loh, "aku"! Yang bantuin waktu ujian?
A: Loh, kok kamu lagi sih! Ah!
Aku inget saat2 itu ketika kita bercengkrama sepanjang perjalanan, meski leher jadi sakit karena nengok ke belakang terus. Ketika kamu gangguin aku lalu pura2 tidur. Aku foto kamu diam2 waktu tidur beneran. Teman sebangku di bus blg,"Ngapain moto orang tidur? Katanya bisa cepet mati looo" Diam2 aku hapus foto itu. What a silly rumour!
Kami sudah sampai hotel. Hotel yang baru saja selesai dibangun sepertinya hanya diisi oleh sekolah kami saja. Aku melihat pemandangan dari jendela. Waaaaa, indahnya! Sampai ada yang teriak dari atas.
K: Woy, "aku"!
A: Loh? Kok kamar kita atas bawah sih?
What a coincidence!
--------------------------------------------------------
Tahun III
Aku di depan kamu saat praktikum. Akhirnya sekelas juga~ Di belakang kamu lagi ngomongin hal mesum yg sebenernya ga layak aku denger hahaha.
K: "Aku", di belakang kamu ada semut!
A: Seriusan?
K: Iya, soalnya kamu manis sih ;)
Sumpah, itu cheesy bgt tp bikin melting, yg ngomong kamu sih hahaha. Tp emang ada semut kok waktu itu hahaha. Aku inget waktu dia menghadapi kekonyolanku dgn mengusap rambut, ga ngomong apa2, sambil senyum. Ah, I miss that thing! Sampai akhirnya aku minta temen buat nanya kamu suka sama siapa.
Temen: "Kamu" suka sama siapa?
K: Ada dua sih hehe
T: Siapa aja?
K: Yg pertama, X
T: Yg kedua?
K: "Aku"
Temen ngasih tau aku akan hal ini. Aku bukan sedih, malah seneng. Setidaknya ada hati untuk aku.
--------------------------------------------------------
Tahun IV
"Aku di depan kamu" saat lulus. Aku dan kamu memilih jalan yang berbeda. Meski berbeda, aku dan kamu tetap berkomunikasi lewat dunia maya. Aku sering menceritakan ketidaksukaanku pada dunia yang baru. Kamu sering berkata,"Ya udah, ke sini aja" Kamu kira segampang itu. Kamu kira orang tua aku kaya. Kamu kira orang tua aku mudah melakukan hal tersebut.
--------------------------------------------------------
Tahun V
"Aku di depan kamu" saat menghadapi rintangan hidup. Tapu kamu sudah jarang menghubungi aku. Aku berkenalan dengan orang yang berbelok dari jalanmu menuju jalanku.
A: Dari "jalanmu" ya?
Orang: Iya :)
A: Kenal sama "kamu" dong
O: Iya lah, dia kan temen deket waktu di "jalanmu"
Deg. Kemudian aku menceritakan kisah ini. Kisah indah dalam hidup ini.
--------------------------------------------------------
Tahun VI
"Aku di depan kamu" saat melewati persimpangan jalan kehidupan.
K: Loh, kamu di sini juga?
A: Loh, "kamu"! Iyaaaa, apa kabar?
Aku senang sekali meski hanya hai-dadah. Saat itu aku sedang bersama teman2. Seketika teman2 bertanya siapakah dirinya gerangan huahaha. Aku ceritakan kisal indah itu. Beberapa hari kemudian, aku memasuki tempat makan dengan teman2 yg lain.
A: Eh, cepetin dong jalannya!
Teman2: Kenapa?
A; Udah, cepet pokonya!
Kami segera memilih tempat duduk.
A: Ada kecengan zaman dulu lagi sama bapaknya. Aku deg2 bgt. Aku ga mau mesen, harus ngelewatin soalnya.
T2: Eh yang mana?
A: Yg etnis "blaaaah" liat aja, hanya satu kok
Yg penasaran mesen makanan, balik lagi.
T2: Manaaaa? Ga liat2 apa
A: Oh, berarti udah pergi, tadi sih emang udah abis makanannya
T2: Yaaaaa
--------------------------------------------------------
Tahun VII
Aku di depan kamu saat di lorong itu.
K: "Aku" sekarang di sini?
A: Iya, "kamu" juga?
K: Iya, hehe
Hai-dadah lagi -_- Aku berharap muncul keajaiban. Tapi hal tersebut tidak pernah muncul.
--------------------------------------------------------
Tahun VIII
"Aku di depan kamu" saat memilih keputusan berat. Aku dan kamu kali ini sudah benar2 di jalan yang berbeda. Aku sedang bersama teman2 (yg lain lg) saat itu mencari tempat makan (lagi).
A: Makan di sini yu!
Teman2Lain: Kenapa?
A: Pliiiiiiiis
T2L: Iya dah
A: Liat deh itu orang yg lg berdua sama bapaknya (lagi)
T2L: Iya, kenapa?
A: Kecengan aku dulu huahahaha. Deg2an sumpah. Jarang2 nih deg2an.
T2L: Huakakakak pantesan milih di sini
Kemudian kamu pergi.
--------------------------------------------------------
Tahun IX
"Aku di depan kamu" berhasil survive setelah memilih keputusan berat. "Aku di depan kamu" ya "aku di depan kamu". Aku tidak ingin "aku di depan kamu". Tapi, aku di depan kamu. Aku ingin kamu menyemangatiku lagi di saat berat. Mengusap rambut sambil tidak berkata apa2 sudah cukup. Kita belum bertemu lagi. Aku harap aku di depan kamu. Mungkin di tempat makan lain bersama bapak kamu :)
No comments:
Post a Comment